Cinta memang aneh, membingungkan, dan sulit dimengerti. Seperti kisah cinta rumit yang sekarang ini kujalani ... sungguh aneh dan sepertinya sulit diterima akal. Bagaimana tidak? Aku jatuh hati dengan suami perempuan yang telah merebut ayah dari anak-anakku .. aku mencintai suami orang yang telah menghancurkan pilar-pilar istana rumahtanggaku ..Apakah lantaran merasa senasib ..merasa kasihan ...atau entahlah ... aku sendiri tak tahu. Yang jelas perasaan itu kini mengaduk-aduk jiwaku ..semakin menambah sakit dan luka hatiku .. karena bagiku itu tak mungkin dan tak akan pernah mungkin terjadi ...
Aku, suamiku Derry, Sinta, dan Indra (semua nama samaran) dulunya adalah teman sekantor. Malah bisa dibilang sahabat. Dua nama terakhir, Sinta dan Indra adalah pasangan kekasih yang cukup lama pacaran. Bahkan banyak yang mengibaratkan mereka sebagai Rama dan Sinta ..karena selain pasangan serasi, keduanya juga senantiasa terlihat super kompak dan sulit terpisahkan satu sama lain. Sedangkan aku dan Derry baru jadian sekitar dua tahun kemudian. Waktu itu, kami sering pergi berempat, terutama di akhir pekan. Hingga suatu ketika, di tahun keempat Sinta dan Indra pacaran,terjadilah accident itu ..Sinta hamil dan akhirnya mereka menikah. Sebagaimana peraturan kantor, salah satu diantaranya harus keluar dari perusahaan. Indralah yang mengalah keluar dari perusahaan kami. Begitu juga aku dan Derry. Tak berapa lama setelah pernikahan Sinta dan Indra, kamipun menikah. Aku yang pilih keluar dari perusahaan karena dalam waktu bersamaan aku diterima sebagai karyawan di perusahaan lain yang lebih bonafide.
Begitulah, sebelumnya aku tak pernah menyangka bila masih sekantornya Derry dan Sinta ternyata akan membawa kisah lain yang menyakitkan. Siapa yang menduga bila benih-benih cinta itu muncul diantara mereka setelah aku dan Indra hengkang dari perusahaan di bidang jasa itu. Aku tak pernah membayangkan bila sikap Sinta yang sangat ramah, manis kepadaku itu mengandung racun luar biasa, menciptakan bilah pisau yang siap menikamku sewaktu-waktu. Sungguh .. sikap welcome yang diperlihatkan setiapkali kami (aku dan Derry) bertandang ke rumahnya atau sebaliknya saat mereka (Sinta dan Indra) berkunjung ke rumahku itu ternyata sikap palsu seorang seteru yang bisa saja akan mencibir saat di belakangku. Duh ..teganya hatimu ...sobatku.
Aku, suamiku Derry, Sinta, dan Indra (semua nama samaran) dulunya adalah teman sekantor. Malah bisa dibilang sahabat. Dua nama terakhir, Sinta dan Indra adalah pasangan kekasih yang cukup lama pacaran. Bahkan banyak yang mengibaratkan mereka sebagai Rama dan Sinta ..karena selain pasangan serasi, keduanya juga senantiasa terlihat super kompak dan sulit terpisahkan satu sama lain. Sedangkan aku dan Derry baru jadian sekitar dua tahun kemudian. Waktu itu, kami sering pergi berempat, terutama di akhir pekan. Hingga suatu ketika, di tahun keempat Sinta dan Indra pacaran,terjadilah accident itu ..Sinta hamil dan akhirnya mereka menikah. Sebagaimana peraturan kantor, salah satu diantaranya harus keluar dari perusahaan. Indralah yang mengalah keluar dari perusahaan kami. Begitu juga aku dan Derry. Tak berapa lama setelah pernikahan Sinta dan Indra, kamipun menikah. Aku yang pilih keluar dari perusahaan karena dalam waktu bersamaan aku diterima sebagai karyawan di perusahaan lain yang lebih bonafide.
Begitulah, sebelumnya aku tak pernah menyangka bila masih sekantornya Derry dan Sinta ternyata akan membawa kisah lain yang menyakitkan. Siapa yang menduga bila benih-benih cinta itu muncul diantara mereka setelah aku dan Indra hengkang dari perusahaan di bidang jasa itu. Aku tak pernah membayangkan bila sikap Sinta yang sangat ramah, manis kepadaku itu mengandung racun luar biasa, menciptakan bilah pisau yang siap menikamku sewaktu-waktu. Sungguh .. sikap welcome yang diperlihatkan setiapkali kami (aku dan Derry) bertandang ke rumahnya atau sebaliknya saat mereka (Sinta dan Indra) berkunjung ke rumahku itu ternyata sikap palsu seorang seteru yang bisa saja akan mencibir saat di belakangku. Duh ..teganya hatimu ...sobatku.
Parahnya, aku sangat terlambat mengetahui bahwa memang ada hubungan yang sangat spesial antara suamiku dan Sinta setelah secara terang-terangan Derry menginginkan cerai dari aku. Bagaikan disambar petir di siang bolong, aku seperti tidak percaya dengan pendengaranku ..kukira Derry bercanda ..bahkan aku sempat menanyakannya berkali-kali ..apakah salah pendengaranku? Lalu ..apa dosaku ..apa kurangku? Okelah .. hingga usia tiga tahun perkawinan, memang belum ada tanda-tanda kehamilan dariku.
Tapi toh kami belum memeriksakan diri secara serius apa sebabnya ..belum tentu juga kelemahan itu ada padaku .. Lagipula bukan begini caranya .. Ini sungguh menyakitkan!! Entah apa yang tengah terjadi dengan Derry.. yang jelas aku merasa dia bukan Derry yang kukenal lagi ..dia begitu ngotot ingin menceraikan aku agar bisa menikahi Sinta. Pun Sinta, kata Derry, juga tengah mengurus proses cerainya dengan Indra. Duh Tuhan ..sandiwara macam apa ini?? Bahkan saat kutanyakan pada Derry ..apa salahku ..dia sendiri tak mampu menjelaskan.
Satu-satunya hal yang bisa menjelaskan adalah dia tak bisa menahan gejolak cintanya pada Sinta dan dia yakin aku tak mungkin mau dimadu ..Perceraian adalah jalan paling bijaksana agar aku tidak merasa terluka. Alasan macam apa itu??? Tapi apa dayaku .. apa yang bisa kubuat .. apalagi yang bisa kulakukan bila Derry memang sudah tidak lagi menginginkan aku .. dengan mudahnya mencampakkan aku ...orang yang selama ini tulus setia dan rela berkorban apapun untuknya ..Aku hanya bisa pasrah, meski sbenarnya aku tak ingin menyerah dan berusaha menghambat proses perceraian yang diajukan Derry ke pengadilan agama dengan menyatakan tak pernah ada masalah diantara kami ..
Aku tahu, usahaku memang tak akan pernah ada hasil ..tapi memang hanya itu yang bisa kulakukan untuk sekedar melampiaskan kekesalan dan sakit hati yang aku alami. Harapan untuk meraih kembali cinta Derry semakin jauh setelah pria yang kucintai sepenuh hati itu memutuskan pergi dari rumah bersama Sinta .. entah dimana kini mereka berada, sedang apa ..dan apa yang tengah mereka rasakan sehingga mengabaikan segala, termasuk pekerjaan dan proses perceraian yang belum tuntas.
Ternyata, apa yang kurasakan ini dirasakan juga oleh Indra, suami Sinta. Sejak hubungannya dengan Sinta memanas, Indra jadi sering menelepon aku, menanyakan bagaimana keadaanku, juga tak jarang dia curhat tentang sikap dan perilaku Sinta selama ini.Entahlah, tiba-tiba aku merasa mendapatkan seorang teman dan sahabat sejati di tengah kegundahanku .. aku merasa menemukan 'malaikat' yang mau tahu dengan segala pedih dan kecewaku .. dan di lain sisi aku juga melihat seseorang yang begitu rapuh dan membutuhkan pertolongan hingga mampu membangkitkan perasaaan welas asihku. Inikah cinta .. atau simpati ..atau kasihan ..entahlah ..aku tak mau larut ..tak mau tenggelam dengan hal gila ini ..
Pembaca yang budiman, aku tak tahu ..apa yang harus kulakukan kini ..
Tapi toh kami belum memeriksakan diri secara serius apa sebabnya ..belum tentu juga kelemahan itu ada padaku .. Lagipula bukan begini caranya .. Ini sungguh menyakitkan!! Entah apa yang tengah terjadi dengan Derry.. yang jelas aku merasa dia bukan Derry yang kukenal lagi ..dia begitu ngotot ingin menceraikan aku agar bisa menikahi Sinta. Pun Sinta, kata Derry, juga tengah mengurus proses cerainya dengan Indra. Duh Tuhan ..sandiwara macam apa ini?? Bahkan saat kutanyakan pada Derry ..apa salahku ..dia sendiri tak mampu menjelaskan.
Satu-satunya hal yang bisa menjelaskan adalah dia tak bisa menahan gejolak cintanya pada Sinta dan dia yakin aku tak mungkin mau dimadu ..Perceraian adalah jalan paling bijaksana agar aku tidak merasa terluka. Alasan macam apa itu??? Tapi apa dayaku .. apa yang bisa kubuat .. apalagi yang bisa kulakukan bila Derry memang sudah tidak lagi menginginkan aku .. dengan mudahnya mencampakkan aku ...orang yang selama ini tulus setia dan rela berkorban apapun untuknya ..Aku hanya bisa pasrah, meski sbenarnya aku tak ingin menyerah dan berusaha menghambat proses perceraian yang diajukan Derry ke pengadilan agama dengan menyatakan tak pernah ada masalah diantara kami ..
Aku tahu, usahaku memang tak akan pernah ada hasil ..tapi memang hanya itu yang bisa kulakukan untuk sekedar melampiaskan kekesalan dan sakit hati yang aku alami. Harapan untuk meraih kembali cinta Derry semakin jauh setelah pria yang kucintai sepenuh hati itu memutuskan pergi dari rumah bersama Sinta .. entah dimana kini mereka berada, sedang apa ..dan apa yang tengah mereka rasakan sehingga mengabaikan segala, termasuk pekerjaan dan proses perceraian yang belum tuntas.
Ternyata, apa yang kurasakan ini dirasakan juga oleh Indra, suami Sinta. Sejak hubungannya dengan Sinta memanas, Indra jadi sering menelepon aku, menanyakan bagaimana keadaanku, juga tak jarang dia curhat tentang sikap dan perilaku Sinta selama ini.Entahlah, tiba-tiba aku merasa mendapatkan seorang teman dan sahabat sejati di tengah kegundahanku .. aku merasa menemukan 'malaikat' yang mau tahu dengan segala pedih dan kecewaku .. dan di lain sisi aku juga melihat seseorang yang begitu rapuh dan membutuhkan pertolongan hingga mampu membangkitkan perasaaan welas asihku. Inikah cinta .. atau simpati ..atau kasihan ..entahlah ..aku tak mau larut ..tak mau tenggelam dengan hal gila ini ..
Pembaca yang budiman, aku tak tahu ..apa yang harus kulakukan kini ..
NB : fahamilah mereka yang ingin jujur dan mau berbagi setiap peristiwa adalah pelajaran yang tak pernah tergantikan, adillah untuk dirikita
No comments:
Post a Comment