Wednesday, 5 January 2011

curahan isi adikku RIMA

Ayah…Banyak yang TIDAK AKU MENGERTI tentangmu…Masa lalumu, baik bersama ibuku…maupun ketika kau memutuskan untuk menikahi wanita lain selain ibu kandungku… Demikian pula ketika kau berkali-kali di khianati istri keduamu……Entah hal apa yang menyebabkan engkau (Ayah) selalu di khianati dengan beberapa rentetan lelaki di belakang mu, Sungguh dzolim kamu ma (isteri kedua ayah)…sempat terfikr disela renungan di sepertiga malamNYA, “Ya Alloh kurang apa Ayah ku kepadamu ma, kurang apa?”

Tidakkah terfikir olehmu (isteri kedua ayah)… Kurang apa ayahku??? Jawab!!!
Ibundaku menerima ujian dariNYA, beliau ikhlas berbagi cinta denganmu (isteri kedua Ayah) fikirkanlah baik-baik, kurang apa? Kurang tampan ? Kurang gagah ? kurang muda ? Kurang setia ? Segala keinginanmu ayah turuti dan bahkan sangat ia usahan demi untukmu ma, mama, apa maumu ? Apa kau hanya menginginkan harta ayahku, saja??? Apa mau mu ma? Apa kau hanya ingin memperturutkan nafsu duniamu saja??? Atau kau hanya ingin memperturuti segala egomu???jawab!!!

Apakah tidak cukup gambaran dosa-dosamu diperlihatkan ketika kau mencoba menunaikan rukun islam ke-lima dalam islam (haji). Sungguh Alloh tidak mau membuka an pintu bagi tamu-tamu-Nya yang hina, untuk dapat masuk kedalam rumahNya…walau pun kau tak mau mengakui atas kejadian-kejadian di rumah Alloh tersebut…Tapi Alloh mengutus teman seperjalanan hajimu, yang tanpaku minta ia bercerita kepadaku, tidak hanya pada u, tapi juga orang yang telah kau sakiti, ibu kandungku…Belum cukup kah kau dengan semua ini ? Tidakkah kau mau bercermin dengan apa saja yang telah kau perbuat selama ini? Apa kurang diperlihatkannya dosa-dosamu ditanah suci? Jawab!!!

Jikalau pun kalian (ayah dan mama ) masih saja diam beribu bahasa…………
Tak mengapa bagiku, jika memang engkau tidak mau bercerita, ataupun berterus terang pada ku…Sungguh aku sangat dan bahkan sangat yakin dengan sepenuh hati, bahwa Alloh yang Maha Tahu dan Maha Segala-galanya, tak kan pernah luput sebesar biji dzarah pun yang tidak diketahuinya, dan sungguh tidak akan pernah ada sehelai rambut pun yang jatuh tanpa izin Nya…Subhanalloh, Saksikanlah bahwa aku termasuk orang-orang yang selalu berserah diri hanya pada MU….Ya Alloh…Allohu Akbar…Ya rabbana…Ya rabbul izzati, Sungguh terasa indah dan bahkan sangat tentram hati ini, ketika Asma MU selalu yang ku sebut…

Biarlah luka dan rasa sakit hatiku ini, kupendam, dan kutata rapi serta kemudian ku simpan dalam hati kecilku ini… Betapapun, meski, walaupun, dan bagaimana pun kau (Ayah) belum sempat membahagiakan ibu kandungku, apakah tidak pernah terbetik dalam hatimu untuk membahagiakanku, atau sekedar memberi perhatian sejenak pada ku, anakmu ??? Ayah… Ayah…tidak bisa kah kau luangkan waktumu untukku ??? Ya rabbana kenapa dengan diriku ini ???

Ya Rahmaan, dikala aku merindukan Ibu, memoryku terus dan bahkan selalu terngiang-ngiang disaat masa kanak-kanakku dulu, kau (Ayah) masih menyempatkan diri untuk bercanda dengan buah hatimu ini (anakmu) dan bahkan aku masih sangat ingat, kau selalu berusaha menyempatkan diri walaupun hanya sekedar menjemputku pulang ke rumah ketika bel sekolah berdering, yang menandakan agar aku dapat beristirahat di rumah bersama ibu…walaupun terkadang lebih banyak jarang menjemputku, yang sudah dapat aku pastikan dan ku mengerti bahwa kau selalu s-i-b-u-k…

Ayah tahu kah kau ??? Betapa aku sangat merindukan perhatianmu, Ayah !!!
Namun, Entah mengapa harapan ku seolah-olah sirna…seakan-akan asa ku itu hanya sebuah mimpi…Entah, Sungguh aku tak tahu apa yang terpendam atau tersimpan dalam hati mu… Apakah mungkin kau sungguh begitu tak mau menyakiti ku ??? Ataukah kau memang sangat-sangat sibuk ??? Hingga waktu mu, kau habiskan demi sebuah kata bernama U-A-N-G ??? Hingga yang tersisa untuk ku hanya kelelahan mu… Apa menurut pandanganmu aku hanyalah sebuah makhluk atau onggokan daging yang tidak berguna dan bahkan tak berharga lagi ??? Apa karena aku hanya menjadi penghambat segala kesenanganmu dengan dzat yang bernama N-A-F-S-U, iya nafsu duniamu ??? Kenapa selalu itu yang menghalangi dan bahkan menjadi reason-mu, untuk menjauh dan bahkan menjaga jarak padaku ??? Ayah… Apa salahku, padamu ??? Ayah tidak dapat kah kau menganggapku sebagai anakmu ??? Buah hatimu ??? Atau minimal akuilah aku sebagai manusia yang masih sangat memiliki H-A-T-I…..

Untuk mama…Apakah belum cukup kau menyakiti keikhlasan hati ibu kandung ku??? Apa sekarang kau sengaja memfokuskan diri untuk menyakiti diriku, yang memang sangat jelas darahmu tidak mengalir dalam tubuhku? Tapi ma, aku tulus memanggilmu mama, karena kau wanita yang dipilih ayahku, sebagai pendamping kedua dalam hidupnya…Tidak kah kau dapat sekedar menegurku dengan penuh kasih sayang yang tulus ikhlas karena Alloh??? Kenapa tak henti-hentinya selalu kau mencari-cari sekecil apapun bentuk kesalahan dan kelalaianku??? Kenapa ma??? Lantas mengapa pula jika Ayah berusaha membelaku, dan kau selalu menunjukkan sikap yang tidak senang denganku bahkan apa yang salah pada ayah ku??? Dan apakah itu berarti kau ingin mengecewakan aku yang sudah jelas aku telah di tinggal ibu kandung ku??? Dan ataukah kau tega atau dapat dikatakan sengaja menyakiti orang sebaik ayah tercintaku??? Mama sadarlah!!! Apa yang ada dalam benakmu??? Ma, apa yang hendak kau capai dengan ini semua, apa??? Jawab??? Ma, aku sangat yakin kau masih memiliki hati nurani, bukan?

Astaghfirullah Ampuni aku ya rabb atas segala prasangka-prasangkaku. Aku sadar akan sebuah kalimat “Jauhilah sebagian prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa”…Ampuni aku & Lindungilah aku, Ya Alloh, hamba yang lemah ini……

Teringat akan sebuah ayat, semoga kau (ayah) mau merenungi atau memahami kata demi kata bunyi /bait demi bait makna yang tersirat didalam ayat NYA ini, Bismillah : “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isteri mu dan anak-anak mu ada yang menjadi musuh bagi mu…” ( Qs At-Taghabun [64]: 14 ).

IBU…IBU…IBU… SUNGGUH AKU SANGAT DAN BAHKAN SANGAT-SANGAT-SANGAT MERINDUKAN MU, IBU ……
Ya rabb, Lapangkan Kuburnya
Rahmatilah ia di alam kubur…dan…
Pertemukan lah kami dalam Syurga Firdaus-MU
Ayah…aku pun sangat merindukan perhatian mu, dan bahkan kasih sayang yang sangat tulus dari mu ………

Kini kau semakin menua, tubuhmu termakan oleh usia mu sendiri, fisikmu menurun, dan bahkan ototmu yang dulu kuat kini mulai mengendur, matamu yang dulu tajam menatap kini pun mulai nampak meremang. Tak mengapa, itu memang merupakan sunatullah…Satu hal yang entah harus bagaimana aku menyikapinya, mengenai penyakitmu. Iya mengenai penyakit kronismu…Alloh mengutus beberapa penyempitan pada pembuluh jantungmu, yang menurut para medis sudah sangat kritis, bagaimana tidak penyumbatannya sudah mencapai angka 80 %..... Dokter kepercayaanmu pun sangat menyayangkan kondisi fisik mu yang semakin hari makin melemah, ditambah kau harus menerima kenyataan bahwa trombositmu sudah tidak mampu memproduksi lagi, dan sangat dapat di pastikan bahwa kau tidak dapat menjalani operasi jantung, yang sudah terjadwal berkali-kali, namun harus di tunda berkali-kali pula, bahkan harus digagalkan…Apa kah kau tidak mau memikirkan hal tersebut, ayah??? Renungilah…Bahwa Alloh sangat memiliki peran disana(dalam penyakitmu, ayah)

Sekarang apa yang dapat kau banggakan dan bahkan apa yang dapat kau harapkan dari orang-orang yang selalu kau beri perhatian lebih, kau manjakan dan bahkan kau berusaha menuruti segala permintaan-permintaannya…Apa ??? Jawab ayah ???

Dikala sakit dan ketika serangan demi serangan dari jantungmu yang berontak tatkala. Hmm afwan (maaf) entah apa, mungkin Alloh menunjukkan bahwa DIA (Alloh) ketika merasa ada diantara seorang hambanya yang tersakiti atau bahkan terdzolimi, DIA tidak akan pernah senang, sangat mungkin kesedihan-NYA ia limpahkan kepada dzat bernama J-A-N-T-U-N-G mu….

Ayah, Sungguh demi dzat NYA, aku tak pernah sekalipun menaruh rasa dendam padamu…tapi mungkin sedikit-dikit rasa kecewa padamu itu pernah ada, tidak hanya padamu saja, tapi pada seorang wanita yang selalu kau manjakan itu…Astagfirullah, Ampuni aku ya rabb…kenapa aku ingin pertanyaan-pertanyaan ku ada yang menjawabnya:

1. Kurang apa ibuku, Ayah ? kurang telatenkah ia dalam mengurus rumah dan bahkan ke empat anak-anaknya buah cinta kalian ??? atau, apakah sudah kurang menarik lagi kah ia di matamu??? sedih hati ini hanya karena penyakit yang ia (ibu ku) pun tidak mau dan bahkan sangat tidak menghendakinya ? Ya Alloh ayah, jika itu yg menjadi reason mu untuk menyia-nyiakannya…Naudzubillah..dimana keadilan MU ya Alloh…. Begitu lama aku hidup dalam kesedihan, terpisah lama dengan kakak pertama ku, terpisahnya aku dengan ibu kandungku (karena ibu tidak di perkenankan bertemu atau menemui keluarganya disebabkan penyakit yang di derita), jauh bahkan lama aku tak memperoleh perhatiannya (ibu), bahkan aku tak utuh memperoleh ASI ekslusifnya, menjelang kanak-kanak aku hidup penuh dengan kucilan teman-teman sebaya bahkan kakak kelas dan bahkan yang menyedihkanku orang tua dari teman-teman sebayaku, tetangga rumah pun seolah-olah mengucilkan kami, maka tumbuhlah aku menjadi seorang gadis cilik yang menutup diri…

No comments:

Post a Comment