Monday, 11 July 2011

kritik aku terhadap ADAM DAN HAWA

Dear all,




Apakah gunanya Iblis di usir dari
surga dan bersumpah untuk menggoda Iman manusia2, kalau tidak ada manusia yang
digoda? Nah pertanyaan itu lah yang kita telusuri:


Petunjuk2 di AQ menyatakan bahwa saat Iblis di usir dari Surga dan bersumpah
untuk menggoda manusia, ternyata Adam masih berada di surga!



berikut petunjuk2 yang
ada(Cuplikan ayat2 AQ yang relevan saya letakan dibawah):




Lihat di 2:30, 7:10
     allah bilang menempatkan manusia dibumi dan/atau   sebagai Khalifah (tentunya relevan dikatakan pula sebagai Khalifah bagi manusia lainnya)Diusirnya Iblis di
     Surga lebih dahulu sebelum adam(7:13, 7:18,15:34, 38:77) dan Niatan Iblis/syaitan untuk menggoda Iman "mereka"Allah menyatakan Adam
     agar mendiami Surga (2:35, 7:19)2:36, 7:24 ALLAH
     memerintahkan Adam Turun dari SURGA sebagai HUKUMAN BUKAN PENEMPATAN

Adam dan Hawa JELAS belum turun dari surga, saat Iblis
Diusir!


Iblis/syaitan terlebih dahulu menyatakan akan menggoda Iman
"mereka"....sebelum Allah melakukan penempatan Adam di surga


Jadi Siapakah yang dimaksudkan "mereka" oleh
iblis? bukankah ini merujuk pada kalimat 7:10 dimana ada manusia di bumi dan
ayat berikutnya baru menciptakan Adam?


Apabila "mereka" tidak dimaksudkan manusia lainnya, bukankah pertanyaannya adalah tetap yaitu kepada siapa
Iblis/syetan itu berkehendak menggoda Iman..sementara saat Iblis di usir, Adam belum lah melanggar
perintah dan belum diusir?



Ini adalah indikasi yang sangat kuat bahwa ada mahluk
lain serupa manusia selain ADAM HAWA di BUMI? atau



Ada juga Indikasi bahwa Allah memang menghendaki Iblis mengganggu keturunan
ADAM dan HAWA (lihat penjelasan 529)..maka sangat jelas bahwa kisah turunnya
Adam dan Hawa di bumi merupakan KISAH KONSPIRASI Allah dan
Iblis/Syaitan(2:30)...dengan  skenario sebagai berikut:


Terlebih dahulu membuat
     Iblis turun di Dunia dengan memerintahkan menyembah dan Iblis menolakMengingatkan Adam dan
     Hawa jangan dengar Iblis dan menyatakan mereka musuh (20:117) dan jangan
     sampai keluarkan dari surga (20:117), jangan makan buah pohon itu (Allah
     tidak menyebutkan nama pohon...Iblislah yang menyebut buah itu adalah Buah
     Khuldi)..mengapa perlu ada perintah untuk itu?Setelah di usir dari
     surga Iblis menggoda dan mengiming2i mereka makan  buah itu
     disurga..(kenapa Iblis masih bisa ada disurga? bukankah sudah diusir?
     sedangkan saat mencuri dengar ayat saja...malaikat  aktif memburunya
     dengan melemparnya dengan api, 15:18, 37:8-10)Bukankah ditegaskan
     bahwa disurga tidak akan kelaparan dan dahaga?(20:118-119)ADAM dan HAWA makan
     Buah Itu lalu O..o kamu
     ketahuan...pas makan lagi....

Perhatikan pula bahwa:




Allah
mengatakan bahwa Bahwa adam dan Hawa tidak telanjang disurga(20:118) tapi saat
makan buah kurdi mereka menutup aurat dengan daun surga(7:22, 20:121), padahal
di ayat 7:20 auratnya tertutup.


Jadi kesimpulannya adalah :



Ada Manusia lain selain Adam, sehingga menyebabkan Iblis
     berkata akan menggoda Iman "mereka" atau Ada "Konspirasi" antara Tuhan dan Iblis,
     sehingga Adam turun kedunia dan menjadi Khalifah di dunia menjadi kenyataan dan "ada
     kemungkinan" adam menjadi manusia pertama, karena Khalifah bisa saja merujuk menjadi pemimpin manusia lainnya yang sudah ada...ya toh...


Note:
merujuk pada "keluguan" adam dan Hawa mau memakan buah khuldi, maka bisa dipastikan juga bahwa Adam dan Hawa bukan juga leluhur bagi Orang Tionghoa...
Kalau mereka leluhur Orang Tionghoa, sudah pasti yang dilakukan mereka adalah membudidayakan pohon Khuldi dan setelah banyak menjualnya kepada para malaikat (dan juga Iblis) serta memberikan beberapa butir persembahan kepada Allah...baru kemudian dilakukan acara makan bersama..
Pasti Allah pusing untuk memberikan hukuman karenanya!


Kumpulan ayat AQ yang relevan:




2:30-36, Allah berencana menjadikan manusia menjadi Khalifah,
Syaitan/Iblis menggoda Eva


wa-idz qaala rabbuka lilmalaa-ikati
innii jaa'ilun fii al-ardhi khaliifatan qaaluu
ataj'alu fiihaa man yufsidu fiihaa wayasfiku alddimaa-a
wanahnu nusabbihu bihamdika wanuqaddisu laka qaala
innii a'lamu maa laa ta'lamuuna


[2:30]
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya
Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata:
"Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan
membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa
bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman:
"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."


wa'allama aadama al-asmaa-a
kullahaa tsumma 'aradhahum 'alaaalmalaa-ikati
faqaala anbi-uunii bi-asmaa-i haaulaa-i in
kuntum shaadiqiina


[2:31] Dan
Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian
mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah
kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang
benar!"


qaaluu subhaanaka laa 'ilma
lanaa illaa maa 'allamtanaa innaka anta al'aliimu
alhakiimu


[2:32]
Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain
dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang
Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana35."


qaala yaa aadamu anbi/hum
bi-asmaa-ihim falammaa anba-ahum bi-asmaa-ihim qaala
alam aqul lakum innii a'lamu ghayba alssamaawaati waal-ardhi
wa-a'lamu maa tubduuna wamaa kuntum taktumuuna


[2:33] Allah
berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda
ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu,
Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya
Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan
dan apa yang kamu sembunyikan ?"


wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati
usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa abaaistakbara
wakaana mina alkaafiriina wa


[2:34] Dan
(ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah36 kamu
kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur
dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.


waqulnaa
yaa aadamu uskun anta wazawjuka aljannata wakulaa
minhaahaytsu syi/tumaa walaa taqrabaa haadzihi
alsysyajarata fatakuunaa mina alzhzhaalimiina
raghadan


[2:35] Dan
Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini,
dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu
sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini37. yang menyebabkan kamu
termasuk orang-orang yang zalim.


37: Pohon yang dilarang Allah mendekatinya tidak dapat
dipastikan, sebab Al Qur'an dan Hadist tidak menerangkannya. Ada yang menamakan
pohon khuldi sebagaimana tersebut dalam surat Thaha ayat 120, tapi itu adalah
nama yang diberikan syaitan.


fa-azallahumaa alsysyaythaanu
'anhaa fa-akhrajahumaa mimmaa kaanaaaa
ihbithuu ba'dhukum liba'dhin 'aduwwun walakum fii al-ardhi
mustaqarrun wamataa'un ilaa hiinin fiihi
waquln


[2:36] Lalu
keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu38 dan dikeluarkan
dari keadaan semula39 dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian
kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi,
dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan."




7:10-24, Adam dan hawa turun kebumi oleh
syaitan/Iblis


walaqad makkannaakum fii al-ardhi
waja'alnaa lakum fiihaa ma'aayisya qaliilan maa
tasykuruuna


[7:10] Sesungguhnya
Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di
muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.


walaqad khalaqnaakum tsumma shawwarnaakum
tsumma qulnaaaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa
ibliisa lam yakun mina alssaajidiina lilmal


[7:11] Sesungguhnya
Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami
katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka
merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.


qaala maa mana'aka allaa
tasjuda idz amartuka qaala anaa khayrun minhu
khalaqtanii min naarin wakhalaqtahu min thiinin



[7:12] Allah
berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di
waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya:
Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah".


qaala
faihbith minhaa famaa yakuunu laka an
tatakabbara fiihaa faukhruj innaka mina alshshaaghiriina



[7:13] Allah
berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya
menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk
orang-orang yang hina".


qaala anzhirnii ilaa yawmi
yub'atsuuna


[7:14] Iblis
menjawab: "Beri tangguhlah saya529 sampai waktu mereka
dibangkitkan".


529: Maksudnya: janganlah saya dan anak cucu saya
dimatikan sampai hari kiamat sehingga saya berkesempatan menggoda Adam dan anak
cucunya.


qaala innaka mina almunzhariina



[7:15] Allah
berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh."


qaala
fabimaa aghwaytanii la-aq'udanna lahum shiraathaka almustaqiima



[7:16] Iblis
menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya
benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,


tsumma
laaatiyannahum min bayni aydiihim wamin khalfihim wa'an aymaanihim
wa'an syamaa-ilihim walaa tajidu aktsarahum syaakiriina



[7:17] kemudian
saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan
dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan men-dapati kebanyakan mereka bersyukur
(ta'at).


qaala ukhruj minhaa madzuuman
madhuuran laman tabi'aka minhum la-amla-anna jahannama minkum ajma'iina



[7:18] Allah
berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi
terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar
Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya".


wayaa aadamu uskun anta wazawjuka aljannata
fakulaa min haytsu syi/tumaaaa taqrabaa haadzihi
alsysyajarata fatakuunaa mina alzhzhaalimiina
wal


[7:19] (Dan
Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah
kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua
(buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati
pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim."


fawaswasa lahumaa alsysyaythaanu
liyubdiya lahumaa maa wuuriya 'anhumaa min saw-aatihimaa
waqaala maa nahaakumaa rabbukumaa
'an haadzihi alsysyajarati illaa an takuunaa
malakayni aw takuunaa mina alkhaalidiina


[7:20] Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk
menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya
dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini,
melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi
orang-orang yang kekal (dalam surga)".


waqaasamahumaa
innii lakumaa lamina alnnaasihiina



[7:21] Dan
dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah
termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua",


fadallaahumaa
bighuruurin falammaa dzaaqaa alsysyajarata
badat lahumaaaatuhumaa wathafiqaa yakhshifaani
'alayhimaa min waraqi aljannati wanaadaahumaa
rabbuhumaa alam anhakumaa 'an tilkumaa alsysyajarati
wa-aqul lakumaa inna alsysyaythaana lakumaa
'aduwwun mubiinun saw-


[7:22] maka
syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala
keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah
bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan
daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka:
"Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku
katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi
kamu berdua?"


qaalaa rabbanaa zhalamnaa
anfusanaa wa-in lam taghfir lanaahamnaa lanakuunanna
mina alkhaasiriina watar


[7:23]
Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri,
dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya
pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.


qaala ihbithuu ba'dhukum
liba'dhin 'aduwwun walakum fii al-ardhi mustaqarrun
wamataa'un ilaa hiinin


[7:24] Allah
berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi
sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat
mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".


qaala fiihaa tahyawna
wafiihaa tamuutuuna waminhaa tukhrajuuna


[7:25] Allah
berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari
bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.




(15:28-39) kisah Iblis turun dari
surga sebelum adam dan berjanji akan mengganggu "mereka"


qaala lam akun li-asjuda libasyarin
khalaqtahu min shalshaalin min hama-in masnuunin



[15:33]
Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau
telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam
yang diberi bentuk"


qaala faukhruj minhaa
fa-innaka rajiimun


[15:34]
Allah berfirman : "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu
terkutuk,


wa-inna 'alayka alla'nata ilaa yawmi alddiini



[15:35] dan
sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat".


qaala rabbi fa-anzhirnii ilaa
yawmi yub'atsuuna


[15:36]
Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku
sampai hari (manusia) dibangkitkan797,


qaala rabbi bimaa aghwaytanii
lauzayyinanna lahum fii al-ardhi walaughwiyannahum ajma'iina



[15:39]
Iblis berkata : "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa
aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat)
di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,




20:116-123, kisah Allah mengingatkan Ibis
adalah musuh!


wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati
usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa abaa



[20:116] Dan
(ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada
Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang.


faqulnaa yaa aadamu inna haadzaa
'aduwwun laka walizawjika falaaaa mina aljannati fatasyqaa
yukhrijannakum


[20:117]
Maka Kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka
sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang
menyebabkan kamu menjadi celaka.


inna
laka allaa tajuu'a fiihaa walaa ta'raa



[20:118]
Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di
dalamnya dan tidak akan telanjang,


wa-annaka laa tazhmau fiihaa
walaa tadhaa


[20:119] dan
sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas
matahari di dalamnya".


fawaswasa
ilayhi alsysyaythaanu qaala yaa aadamu
hal adulluka 'alaaalkhuldi wamulkin laa yablaa
syajarati


[20:120]
Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai
Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi949 dan kerajaan yang tidak akan binasa?"


fa-akalaa
minhaa fabadat lahumaa saw-aatuhumaa wathafiqaa
yakhshifaani 'alayhimaa min waraqi aljannati
wa'ashaa aadamu rabbahu faghawaa


[20:121]
Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah
bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun
(yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah
ia950.


950: Yang dimaksud dengan "durhaka" di sini
ialah melanggar larangan Allah karena lupa, dengan tidak sengaja, sebagaimana
disebutkan dalam ayat 115 surat ini. Dan yang dimaksud dengan "sesat"
ialah mengikuti apa yang dibisikkan syaitan. Kesalahan Adam a.s. meskipun tidak
begitu besar menurut ukuran manusia biasa sudah dinamai durhaka dan sesat,
karena tingginya martabat Adam a.s. dan untuk menjadi teladan bagi orang besar
dan pemimpin-pemimpin agar menjauhi perbuatan-perbuatan yang terlarang
bagaimanapun kecilnya.


tsumma ijtabaahu rabbuhu fataaba
'alayhi wahadaa


[20:122]
Kemudian Tuhannya memilihnya951 maka Dia menerima taubatnya dan
memberinya petunjuk.


951: Maksudnya: Allah memilih Nabi Adam a.s. untuk
menjadi orang yang dekat kepada-Nya.


qaala ihbithaa minhaa
jamii'an ba'dhukum liba'dhin 'aduwwun fa-immaaaaya
falaa yadhillu walaaaa ya/tiyannakum minnii hudan famani ittaba'a hud yasyq



[20:123]
Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama,
sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu
petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan
sesat dan tidak akan celaka.


949: Pohon itu dinamakan "Syajaratulkhuldi"
(Pohon kekekalan), karena menurut syaitan, orang yang memakan buahnya akan
kekal, tidak akan mati, selanjutnya lihat not37.




38:71-84 kisah Iblis turun dari surga dan
menyesatkan "mereka"


qaala yaa ibliisu maa
mana'aka an tasjuda limaa khalaqtu biyadayya astakbarta am kunta mina al'aaliina



[38:75]
Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada
yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri
ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?".


qaala anaa khayrun minhu khalaqtanii
min naarin wakhalaqtahu min thiinin


[38:76]
Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku
dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah".


qaala faukhruj minhaa
fa-innaka rajiimun


[38:77]
Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah
orang yang terkutuk,


wa-inna 'alayka la'natii ilaa yawmi alddiini



[38:78]
Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan".


qaala rabbi fa-anzhirnii ilaa
yawmi yub'atsuuna


[38:79]
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka
dibangkitkan".


qaala fa-innaka mina almunzhariina



[38:80]
Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi
tangguh,


yawmi alwaqti alma'luumi


[38:81]
sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)".


qaala fabi'izzatika laughwiyannahum ajma'iina



[38:82]
Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka
semuanya,


illaa 'ibaadaka minhumu almukhlashiina



[38:83] kecuali
hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka1305


1305:
Lihat not799


799: Yang dimaksud dengan "mukhlis" ialah
orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan
perintah Allah s.w.t.


qaala faalhaqqu waalhaqqa
aquulu


[38:84]
Allah berfirman: "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya
kebenaran itulah yang Ku-katakan".


a-amla-anna jahannama minka wamimman tabi'aka minhum
ajma'iina


[38:85]
Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan
dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.




Syaitan mencuri dengar:

llaa mani istaraqa alssam'a
fa-atba'ahu syihaabun mubiinun


[15:18] kecuali
syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar
(dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.


laa yassamma'uuna ilaa almala-i
al-a'laa wayuqdzafuuna min kulli jaanibin



[37:8]
syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat
dan mereka dilempari dari segala penjuru.


duhuuran walahum 'adzaabun waasibun



[37:9] Untuk
mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal,


illaa man khathifa alkhathfata
fa-atba'ahu syihaabun tsaaqibun


[37:10] akan
tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia
dikejar oleh suluh api yang cemerlang. 

sopir MANTAP

“Suatu hari seorang sopir truk berhenti di sebuah restoran untuk makan siang. Ketika ia mendapat pesanan, segerombolan geng bersepeda motor datang dan mulai mengolok-olok sopir truk itu.
Sopir truk tidak melakukan apa-apa. Dia bangun membayar untuk makan dan pergi.
Salah satu pengendara sepeda motor pergi ke kasir dan mengatakan “dia bukan laki-laki.”
“Tidak” kata kasir, “bukan sekedar sopir biasa, ia tadi keluar dan telah melindas dua belas sepeda motorkalian.”

“Konser musik senilai milyaran rupiah yang dijadwalkan berlangsung di Senayan minggu ini pun terancam batal. Pasalnya, Anang ngambek, tak mau manggung. Ia ogah tampil di panggung. Karena Anang tak mau tampil, Syahrini pun ikut terkena getahnya.
Padahal artis pendukung konser tersebut tidak main-main. Selain Anang, Ada penampilan band COKELAT dan GIGI. Panitia pun resah.
Saat ditemui para wartawan di belakang panggung, wajah Anang nampak kesal. Manyun. Panitia marah-marah. Anang dicap plin-plan dan belagu. Selidik punya selidik, tak tahunya Anang ngambek karena di spanduk yang tersebar di jalanan tertulis:
SAKSIKAN…!! GIGI ANANG COKELAT…”
“Kepala Sekolah di SD kaget waktu Jono ketahuan menyimpan VCD film porno.
Kepsek: “Jono!! Kau tau apa ini?”
Jono: (gugup) “Iya tau pak… itu…”
Kepsek: “Ini film dewasa. Untuk apa kamu bawa?”
Jono: “Jono mau ajak temen-temen yang malas belajar untuk nonton. Karena papa pernah bilang kemama begini ‘Ma, nonton film ini yuk. BIAR BISA NAMBAH SEMANGAT’.”
Budi yang masih polos bertanya pada papanya, “Papa, kok di dada mama ada dua buah balon ya?”
Papanya yang tidak mau repot menjawab pertanyaan Budi seenaknya menjawab, “Iya nak, nanti kalau mama meninggal, balon itu bisa ditiup supaya dia mudah terbang ke surga.”
Dua hari kemudian, papanya Budi yang sedang kerja di kantor ditelpon oleh Budi.
“Papa…papa….” kata Budi sambil sesenggukan.
“Kenapa nak? Kok kamu nangis sedih gitu?”
“Mama mau meninggal…”
“HAH?! Kenapa??” (sambil bergegas bersiap pulang ke rumah ).
“Iya… tadi mama dipangku sama om Beni di rumah sebelah, trus om Beni niup balonnya Mama….. dan mama napasnya merintih sambil berdoa,”OH TUHAN…… AKU HAMPIR SAMPAI…!!!!!” ”
“…???”
“Tidak hanya rakyat jelata yang mengenal budaya mudik. Pejabat, artis bahkan bintang hollywood juga mudik. Siapa saja?
Artis yang selalu mudik: Mudik Koesnadi
Menteri yang selalu mudik: Menko Pulkam
Penyanyi yang mudik lewat Pantura: Alas Groban
Ibu hamil yang mudiknya ke RS: Pecah ke Tuban
pet detective yang menyelidiki jalur mudik: Ace Pantura
Jalur mudiknya Maradona: Jogja-Sragentina
Pedangdut yang mudiknya ngebor: Inul Aidin
Rute mudik yang melelahakan: CikAmPEK dehh…”

Hayalan di kantor

Hello kawan-kawan..:) Ada beberapa cerita-cerita lucu nih..Silahkan dinikmati, resapi, dan kalo gak lucu silahkan dibaca dengan gaya kepala dibawah, kaki diatas..jiahhhhhh..:)


Salah Nurunin Resleting
Tumini seorang wanita dewasa pegawai sebuah kantor swasta asing pagi itu mau berangkat kerja dan lagi menunggu bus kota di mulut gang rumahnya. Seperti biasa pakaian yang dikenakan cukup ketat, roknya semi-mini, sehingga bodinya yang seksi semakin kelihatan lekuk likunya.

Bus kota datang, tumini berusaha naik lewat pintu belakang, tapi kakinya kok tidak sampai di tangga bus. Menyadari keketatan roknya, tangan kiri menjulur ke belakang untuk menurunkan sedikit resleting roknya supaya agak longgar.

Tapi, ough, masih juga belum bisa naik. Ia mengulangi untuk menurunkan lagi resleting roknya. Belum bisa naik juga ke tangga bus. Untuk usaha yang ketiga kalinya, belum sampai dia menurunkan lagi resleting roknya, tiba-tiba ada tangan kuat mendorong pantatnya dari belakang sampai Marini terloncat dan masuk ke dalam bus.

Tumini melihat ke belakang ingin tahu siapa yang mendorongnya, ternyata ada pemuda gondrong yang cengar-cengir melihat Tumini.

“Hei, kurang ajar kau. Berani-beraninya nggak sopan pegang-pegang pantat orang!”

Si pemuda menjawab kalem, “Yang nggak sopan itu situ, Mbak. Masak belum kenal aja berani-beraninya nurunin resleting celana gue.”

Pemeras Kecil
Seorang anak kecil yang bandel melihat kakaknya dicium oleh teman lelakinya. Esok harinya, ia menemui lelaki itu.

“Abang semalam mencium kakakku bukan?”
“Ya, tapi jangan keras-keras. Ini seribu untuk tutup mulut!”
“Terima kasih, ini uang kembaliannya lima ratus!”
“Lho, kok pakai uang kembalian segala?”
“Saya tidak mau nakal, Bang. Semua orang yg mencium kakak juga saya tagih lima ratus!”
“???!!!”

Sakit kanker ato Aids??
Seorang penderita kanker di beritahukan oleh dokternya bahwa hidupnya tidak lama lagi hanya sekitar 2 minggu lagi. Mendengar khabar tak mengenakkan hati, ia memberitahukan anaknya untuk segera mengadakan pesta besar perpisahan.

Ditengah kawan-kawannya ia menyatakan : “Maaf teman-teman, Saya mengumpulkan Kalian agar tahu bahwa Saya tak lama lagi akan meninggalkan Kalian, AIDS telah merongrong tubuh Saya.”

Anaknya dengan heran bertanya : “Ayah, mengapa Ayah berbohong atas penyebab kematian Ayah?”

Ayahnya menjawab : “Sssst, aku tak mau salah seorang dari mereka akan tidur dengan Ibumu yang cantik setelah aku meninggal kelak !”
Kalo Kerja Pake Ini
Kerja pake ini Di suatu pinggiran kota, hiduplah seorang nyonya yang cukup (sedikit mampu) dengan pembantunya yang selalu buat masalah.

Suatu hari, pembantu itu memecahkan piring untuk kesekian kalinya... akhirnya nyonya itu memanggil pembantunya sambil memaki berkata," Minah....kamu ini gimana...dasar org goblok, makanya kalau kerja itu jangan pake ini (sambil nunjuk lututnya) tapi pake ini (sambil nunjuk kepalanya, otak-red)...kamu saya pecat.."akhirnya pembantunya pergi...

5 tahun kemudian, di suatu Supermarket..si Nyonya ketemu dengan pembantunya yang dulu tapi dengan pakaian yang mewah dengan banyak perhiasan emas...

Si-nyonya memanggil," Minah, kok kamu sekarang berubah..menjadi kaya...kok bisa????
Si-pembantunya menjawab," makanya Bu, kalau kerja itu jangan pake ini (sambil nunjuk kepalanya, otak-red) tapi pake ini donk (sambil nunjuk dii antara pahanya)...."?#$#@"
Kalau Main Dokter-Dokteran Jangan di Ruang Tamu
Sepasang suami istri tertangkap basah oleh anak mereka ketika sedang melakukan hubungan badan di ruang tamu. Pasangan suami istri itu berusaha menjelaskan kepada anak mereka yang setengah remaja itu, bahwa mereka sedang bergurau dan bermain dokter-dokteran.

Dengan santai si anak menasihati orang tuanya itu, "Kalau mau main dokter-dokteran jangan di ruang tamu, nanti kalau ada orang ngeliat kan disangka sedang melakukan hubungan suami-istri....!"

Saturday, 7 May 2011

kritik saya terhadap injil

Salah satu topik yang paling saya suka dari domain teologi adalah sejarah gereja. Saya terkadang sampe merogoh kocek untuk beli buku-buku yang berhubungan dengan sejarah gereja. Dari waktu hebohnya Da Vinci code, gospel of judas sampe jesus tomb. Pas kebetulan pas paskah dan karena di facebook ada "quiz" yang merelasikan pekerjaan CFO dengan Judas Iskariot, saya jadi tergoda untuk mencari tahu, siapa sih Yudas iskariot ini? salah satu tokoh paling misterius yang sampai hari ini belum jelas motifnya untuk menyerahkan Yesus bahkan arti kata iskariot pun masih menjadi teka-teki.

Tanya ke beberapa senior di sebuah milis, dapet satu referensi buku yang membahas ttg Yudas. Buku ini berjudul "Judas: The Definitve Collection of Gospels and Legends about the Infamous Apostle of Jesus" karangan Marvin Meyer. Buku ini membahas Yudas dari semua sisi, sisi alkitab, sisi kitab gnostic, sisi kitab appocrypa, sisi kitab coptic gospel, sisi kitab arabic gospel. Dari pembacaan buku ini, banyak sekali cerita lain ttg Yudas, dari si yudas hanya "figure" karangan/fiktif, dari si Yudas dianggap "titisan iblis", Yudas merupakan murid Yesus yang paling dekat sampai bahwa yang disalib adalah Yudas dan bukan Yesus. Semua sini ini memberikan sebuah cerita multi dimensi ttg Yudas dan bagaimana pandangan jemaat kristen mula-mula ttg Yudas.

Buku yang saya baca tidak sedang membicarakan Yudas dari sisi "iman" yang notabene, sama dengan "tradisi kristen" yang diakui saat ini. Buku ini membahas dari sisi historis dan memberikan semacam "kesimpulan" secara "historis" ttg siapa Yudas dan mengapa ia menyerahkan Yesus. Tulisan ini hanya mencoba meringkas dan membagikannya untuk yang tertarik ttp malas membaca bukunya :)

Di alkitab, salah satu tulisan/kitab yang paling tua dari seluruh kitab-kitab di perjanjian baru adalah kitab-kitab tulisan Paulus (atau surat Paulus). Jika kita membaca tulisan-tulisan Paulus, tidak satu ayat pun membicarakan ttg Yudas. Bahkan dalam surat 1 Kor 15:3-5, Paulus masih menyebutkan ke-12 rasul dan dirinya, dimana tidak disebut apakah Yudas masih diantara ke-12 murid Yesus atau Yudas telah mati dan digantikan oleh Matias. Memang tulisan-tulisan Paulus pun ada beberapa yang di"ragu"kan keotentikannya, bahwa tulisan itu ditulis oleh Paulus sendiri atau tidak, tapi dari hampir semua tulisan Paulus, hampir jarang kita ketemukan cerita ttg pengkhianatan Yudas, bahkan di Roma 8:31-32 dan Galatia 2:19-20, Paulus tidak dengan jelas mengatakan siapakah yang menyerahkan Yesus, apakah Allah yang menyerahkan Yesus atau Yesus menyerahkan dirinya sendiri. Disini pun, kata "menyerahkan" yang digunakan bukan merupakan kata konotasi negative, kata yg digunakan sama seperti "mengantar" atau "memberikan" tanpa ada konotasi negative seperti "dijual" atau "dipaksa". Dari seri tulisan inilah banyak biblical scholar menyimpulan bahwa Yudas adalah sebuah tokoh buatan/karangan atau mungkin tokoh yang dikambing-hitamkan. Salah satu argumen yang diberikan adalah penggunaan nama "Judas". Nama ini mempunyai arti langsung yaitu "Yehuda" yang merupakan dasar kata dari "Yahudi". Kisah penyaliban Yesus, bisa disamakan dengan cerita "Yusuf" yg dijual oleh saudara-saudaranya. Dari cerita Yusuf, kita dapat melihat bahwah ide untuk menjual Yusuf sebagai budak adalah saudaranya yang bernama Yehuda. Sebuah jalur cerita yang sama pun didapati dari cerita penyerahan Yesus. Tidak heran, bangsa yahudi pun sering dimusuhi oleh kelompok kristen bahkan sampai ke abad 20. Mungkin ini merupakan salah satu ketakutan bangsa yahudi saat Mel Gibson membuat film "Passion of Christ". Sehingga banyak bible scholar atau sejarawan yang menganggap tokoh Yudas sebagai tokoh rekaan/buatan untuk meluruskan teologi bahwa Yesus dikhianati oleh Yahudi walaupun mati dan berkorban untuk Yahudi. Salah satu kesimpulan lain dari seorang sejarawan adalah cerita pengkhianatan Yesus merupakan adopsi dari cerita Homer ttg sebuah epic cerita yunani dimana Odysseus pun di khianati oleh Melanthius.

Dari sisi kitab gnostic, sebuah counter argument dari cerita biblical yang bisa kita baca saat ini. Di kitab injil yudas (gospel of yudas) kita akan menemui "secret revelatiion" yang yudas terima. Dari sisi gospel of judas, Yudas digamnbarkan sebagai pahlawan dan seorang rasul yang paling berkorban untuk Yesus. Dari kitab gnostic lain, malah kita melihat penghujatan yang luar biasa ditujukan kepada Yudas. Beberapa ahli mencoba menganalisa cerita-cerita ini dan membuat sebuah argument ttg siapa sebenarnya Yudas dari cerita-cerita di dalam kitab-kitab gnostic. Salah satu argument yang menarik adalah menyimpulkan bahwa Yudas merupakan orang terpelajar yang sangat dekat dengan Yesus dan juga dengan kelompok pemimpin agama Yahudi. Saat Yesus menuju Yerusalem, Yudas berpikir bahwa ini adalah saat yang tepat untuk menyamakan pendapat atau ajaran antara ajaran Yesus dengan ajaran Yahudi. Tapi kemudian saat Yesus ada di bait suci, malah membuat keributan dengan mengusir para penjual dan penukar uang di bait suci. Kejadian ini membuat Yudas merasa perlu mempertemukan ke dua belah aliran dalam ruang pertemuan khusus yang kemudian diaturlah pertemuan tokoh yahudi dengan Yesus setelah Yesus berdoa di taman getsemani. tapi apa dikata, pertemuan itu malah menjadi keributan luar biasa dan saat pertemuan inilah Yesus mengaku dengan lantang bahwa Ia adalah Anak Allah, Tuhan sendiri, sehingga para petinggi Yahudi menjatuhkan talak "heresy" kepada Yesus. Sehingga plot yang dirancang Yudas untuk menyamakan/mengkawinkan dua ajaran ini malah mengakibatkan Yesus di salib.

Kitab-kitab gnostic lainnya memuat berbagai macam cerita ttg Yudas. Di gnostic gospel lainnya, terdapat cerita ttg Yudas sebagai titisan iblis, bahkan sejak kecil Yudas sudah dirasuki iblis. Di gnostic gospel coptic dan bahasa arab, diceritakan bahwah Yudaslah yang disalib dan bukan Yesus. Diceritakan pada saat Yudas menyerahkan Yesus di taman getsemani, terjadi peristiwa dimana mata para penjaga bait suci menjadi khilaf dan mengganggap Yudas adalah Yesus, sehingga akhirnya yang tersalib adala Yudas dan bukan Yesus.

Cerita dari berbagai kitab ini memberikan sebuah kemungkinan luas ttg siapa sebenarnya Yudas tentang siapa dan apa motivasinya menyerahkan Yesus, walaupun titik terang masih juga belum terlihat jelas. Sebuah tokoh yang penuh misteri. Beberapa versi yang ditemukan di kitab-kitab kuno ini mungkin bisa memberikan suatu view yang berbeda dari tradisi kristen, tapi hendaknya ini dilihat dari ruang lingkup sejarah, dan bukan dari ruang lingkup iman. Topik lain yang muncul dan rasanya perlu dipelajari lebih jauh adalah bagaimana pandangan kristen (atau mungkin bisa disebut denominasi kristen lain) ini kemudian memudar dan punah sehingga membentuk kekristenan seperti yang kita tahu saat ini. Sebuah explorasi sejarah yang sangat menarik untuk dipelajari dan ada satu buku yang cukup menarik, berjudul "Lost Christianities". Mungkin nanti saya baca dan buat ringkasannya.

because i love u

Ini adalah hari pertamaku masuk sekolah sebagai siswa kelas 2 SMA setelah libur panjang yang begitu menyenangkan. Rasa kangen ngumpul bareng teman di kelas begitu kurasa. Hari ini aku benar-benar merasa senyuman itu selalu mengembang meskipun dengan segudang tugas dari guru yang belum selesai ku kerjakan. Suasana sejuknya pagi yang sama sekali belum terjamah oleh panasnya matahari begitu terasa. Ku lihat sekelilingku sama sekali belum ada siswa yang datang. Sekolah masih sepi dan terlihat begitu asri dengan hiasan hijaunya dedaunan dari setiap pohon yang tumbuh mengelilingi sekolah. Saat-saat seperti inilah yang kadang-kadang membuat diri ini sadar akan besarnya kuasa Tuhan.
“Mas, kelas 2 IPA 1 di mana ya?” tanya seorang cewek yang tak ku kenal yang sedikit mengejutkanku.
“Kelas 2 IPA 1 ada di depan. Dari sini kamu lurus aja!” jawabku ramah.
“Makasih ya!” kata cewek itu sambil tersenyum. Tapi dia malah pergi ke arah yang berlawanan dari arah yang ku tunjukkan.
“Eh mba, bukan ke situ tapi ke sana!” kataku sambil menunjuk ke arah selatan, arah yang menuju ke kelas 2 IPA 1.
“Ya aku tau, tapi aku mau keliling sekolah ini dulu terus abis itu aku mau ke ruang kepsek.”
“Oh, maaf.” Kataku dengan muka yang sedikit memerah. Cewek itu melangkah menjauh dan semakin jauh. Mataku tak henti-hentinya memandang tanpa berkedip sedikitpun. Aku tak pernah melihat dia sebelumnya. Barangkali dia anak baru. Cantik, manis dan kelihatannya dia baik. Ah, kenapa aku ini? Kemudian ku teruskan langkahku menuju kelas. Aku duduk sambil meletakkan tas, mengatur nafas dan menenangkan detak jantung yang berpacu dengan cepat dan tak beraturan. Wajah cewek itu masih saja mengganggu pikiranku. Tapi cepat-cepat ku tepis bayangan semu itu dan akupun terbangun dari lamunanku. Tak ku sadari ternyata ke adaan kelas yang semula sepi kini menjadi ramai. Bahkan bunyi bel yang lumayan keraspun aku tak mendengarnya. Bu Heni masuk ke kelasku dengan begitu anggun. Beliau adalah guru favoritku. Sesosok cewek melangkah mengikuti bu Heni.
“Pagi anak-anak!” sapa bu Heni.
“Pagi bu..” balas kami serentak.
“Anak-anak, kita kedatangan siswa baru pindahan dari SMA N 7 Purworejo. Namanya Kian. Nah Kian, untuk lebih jelasnya kamu bisa memperkenalkan diri!” pinta bu Heni.
Kemudian Kian memperkenalkan dirinya. Aku terus saja memperhatikannya. Untungnya aku duduk sendiri, jadi akhirnya bu Heni menyuruh Kian untuk duduk bersamaku. Pelajaran berlangsung dengan baik. Ku perhatikan segala sesuatu yang diterangkan bu Heni. Ku catat kata-kata yang sekiranya ku anggap penting. Tak terasa jam pelajaran telah usai. Padahal sedang asyik-asyiknya belajar. Tapi sudahlah, besok juga masih ada lagi pelajarannya bu Heni. Berikutnya adalah pelajarannya pak Teguh. Ah, males. Aku tak begitu menyukai Matematika. Pelajarannya terlalu rumit dan sulit dicerna. Setelah lama ku nanti, akhirnya bel istirahat berbunyi juga. Aku bosan mendengarkan penjelasan dari pak Teguh. Tapi sepertinya Kian begitu menyukai Matematika. Buktinya ketika pak Teguh menerangkan, Kian begitu memperhatikannya.
“Emmm, Kian suka banget ya ama Matematika?” tanyaku dengan sedikit ragu.
“Semua mapel aku suka kok.” jawabnya pelan.
Awalnya aku agak canggung kalau mau ngobrol ama Kian. Tapi lama-lama aku terbiasa dan kami jadi dekat.
Seperti biasa, pagi-pagi sekali aku sudah berangkat sekolah. Karena jarak antara rumah dan sekolah dekat, jadi aku cukup dengan berjalan kaki. Tapi di tengah jalan aku melihat seorang cewek jatuh dari sepedanya. Sepertinya aku mengenalnya, ternyata Kian. Cepat-cepat aku menolongnya. Kaki Kian berdarah. Kemudian ku bonceng dia sampai sekolah dengan sepedanya.
“Makasih ya San kamu udah mau nolongin aku. Oh ya, kenapa sih kamu mau nolongin aku?” tanya Kian polos.
“Ya aku nggak tega lah ngebiarin kamu gitu aja. Udah sepantasnya aku nolongin kamu. Kita kan sahabat.”
“Sahabat? Emm, ya kita sahabat.”
Sebenernya bukan cuma itu alasan kenapa aku mau nolong Kian, nggak mungkin aku tega ngebiarin cewek yang aku sayang kesakitan karena jatuh dari sepedanya. Tapi aku nggak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Toh, sekarang kami sahabatan. Jadi aku tetap bisa deket dengannya. Bahkan sejak kejadian itu aku semakin dekat dengannya.
Hari ini Kian nggak masuk sekolah. Aku tak tau apa sebabnya. Kemudian kuputuskan untuk mengunjungi rumahnya sepulang sekolah. Tapi setibanya aku di rumah Kian, yang ku temui hanyalah rumah sepi dan sepertinya Kian tak ada di rumah. Ku coba untuk bertanya pada tetangganya, ternyata Kian masuk rumah sakit. Betapa sedihnya hati ini mendengar itu. Kemudian cepat-cepat aku menuju rumah sakit. Di rumah sakit, ku temui ibu Kian tengah menangis sambil memegang erat tangan Kian yang tak sadarkan diri dengan tubuh yang terbujur lemas.
“Bu, Kian kenapa?” tanyaku pelan sambil menahan air mata ini yang akan menjebol pelupuk mataku.
“Kian kecelakaan ketika akan berangkat sekolah. Dia kekurangan banyak darah. Sedangkan persediaan darah untuk golongan darah O di rumah sakit ini sedang kosong. Golongan darah ibu AB. Ibu harus minta tolong pada siapa lagi?”
“Memangnya ayah Kian kemana bu?”
“Ayah Kian sudah meninggal waktu Kian masih kecil.”
Aku begitu menyesal telah bertanya seperti itu. Ibu Kian menangis dan terus menangis. Aku baru sadar bahwa golongan darahku juga O. Kemudian ku putuskan untuk mendonorkan darah ini untuk Kian. Alkhamdulillah darah kami cocok. Akhirnya Kian bisa selamat.
Keesokan harinya aku kembali menjenguk Kian. Sesampainya aku di rumah sakit, ku lihat Kian telah sadarkan diri. Ucap syukurku dalam hati atas semua anugerah Tuhan. Kian menyambut kedatanganku dengan senyum manisnya.
“San, makasih ya atas semuanya. Kenapa sih kamu baik banget ama aku?” anya Kian dengan pertanyaan yang sedikit mengejutkanku.
“Ya karena kamu sahabatku. Because you are my best friend, jadi sudah seharusnya aku baik ama kamu.”
Sebenarnya bukan itu yang ingin ku katakana. Tapi mungkin itu kata-kata yang tepat yang harus ku ucapkan. Setiap aku melakukan sesuatu untuk Kian, entah mengapa Kian selalu bertanya alasan mengapa aku sangat baik padanya? Mengapa aku selalu ada setiap dia membutuhkanku. Dan aku selalu saja menjawab dengan jawaban yang sama. Tapi kali ini Kian terlihat tak puas dengan jawabanku. Sorot matanya sangat tajam seperti memaksaku untuk berkata jujur, tapi aku tak bisa.
“San, kenapa sih setiap aku tanya kenapa kamu selalu baik ama aku, kamu selalu jawab dengan jawaban yang sama? ‘because you are my best friend’ selalu itu yang kamu katakana. Kenapa San?” tanya Kian dengan sedikit nada yang meninggi dan memaksa.
“Memangnya aku mesti jawab apa?”
“Ya kamu bilang kalau kamu…. Kamu kasihan kek ama aku? Atau alasan yang lain kek, atau apa?”
“Kasihan? Kamu pengen aku bilang gitu? Aku nggak ngerti jalan pikiran kamu! Udahlah nggak penting!”
“Nggak penting kamu bilang?”
“Kok kamu nyolot gitu sih? Ah, pusing!!” kataku sambil membentak Kian. Kemudian aku pergi meninggalkan Kian yang sedang menangis. Sebenarnya aku tak tega meninggalkannya sendirian. Ah, sudahlah! Lagi pula semua ini terjadi karena Kian yang memulainya. Kejadian itu membuat aku dan Kian makin jauh.
Suatu hari ibu memberitahuku bahwa kami sekeluarga akan pindah ke Bandung karena ayah harus pindah kerja ke Bandung. Ibu segera mengurus surat pindahku. Aku tak sempat memberitahu Kian soal ini. Aku pergi tanpa menyelesaikan kesalahpahaman antara aku dan Kian. Sejak saat itu aku tak pernah lagi bertemu dengan Kian. Aku harus menjalani hari-hariku tanpa Kian.
12 tahun kemudin….
Meskipun sudah lama sekali ku jalani lembaran demi lembaran kehidupan tanpa Kian dan aku selalu berusaha tuk menghapusnya dari hatiku, tapi tetap saja aku tak bisa melupakannya. Meskipun kini aku sudah bertunangan dengan seorang wanita pilihan keluargaku dan sebentar lagi kami akan menikah. Aku dijodohkan dengan Saras yang tak lain adalah teman masa kecilku dulu. Tapi sebenarnya aku sama sekali tak mencintainya meskipun selalu saja ku coba untuk belajar mencintainya.
Hari ini aku di suruh menjemput Tiara, keponakan Saras di TK. Tapi ketika aku sampai di sana ternyata aku terlalu awal. Seharusnya setengah jam lagi aku baru menjemput Tiara. Dan ketika aku sedang berkeliling melihat-lihat keadaan TK, tiba-tiba ku dengar suara lembut seorang wanita memanggilku.
“Sandi? Kamu Sandi kan? Ini aku Kian.”
“Kian? Sudah lama sekali kita nggak ketemu. Gimana kabarmu?”
“Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik aja. Oh ya, maafkan aku soal yang waktu itu. Tak seharusnya aku dulu begitu.”
“Sudahlah, kamu nggak salah. Aku yang salah. Kian, aku ingin jujur. Sebenernya alasan yang paling tepat untuk menjawab pertanyaanmu waktu itu, kenapa aku selalu baik ama kamu itu karena aku sayang ama kamu, karena aku cinta ama kamu. Because I Love you. Tapi aku tak pernah bisa jujur. Maafkan aku.”
“Kenapa baru sekarang kamu bisa jujur? Kenapa?”. sorot mata Kian memancarkan kesedihan yang begitu mendalam. Sepertinya dia juga merasakan apa yang ku rasa. Kami terdiam tanpa bisa berkata sedikitpun. Suasana menjadi hening, sangat hening. Tapi keheningan itu pecah seketika saat seorang anak kecil berlari mendekati kami.
“Mama, ayo kita pulang!” pinta anak kecil itu sambil menarik-narik tangan Kian.
“Ini anakku San. Aku dijodohkan oleh keluargaku. Suamiku sangat baik dan begitu mencintaiku. Aku bahagia, sangat bahagia.” tutur Kian dengan nada yang sangat lirih.
“Aku turut bahagia mendengarnya. Oh ya, 1 minggu lagi aku akan menikah. Kamu datang ya!”
“Ya. Aku pasti datang.”
Kian pergi dan aku hanya bisa memandanginya dari belakang. Terus saja aku memandanginya hingga tak terlihat lagi. Rasa lega karena aku telah jujur tentang perasaanku yang sesungguhnya pada Kian, meskipun kini Kian telah bahagia dengan kehidupan barunya. Akupun sebentar lagi akan memulai kehidupan baruku. Biarlah semua cerita antara aku dan Kian terkubur dalam-dalam di hatiku. Yang lalu biarlah berlalu dan kini aku harus menyongsong masa depanku bersama Saras. Meskipun di hati ini masih ada Kian, tapi aku akan mencoba menghapusnya perlahan. Dan aku akan terus berusaha untuk bisa mencintai Saras. Aku yakin bahwa aku pasti bisa menjalani ini semua.

sajen "canang" depan pintu

Payung yang kusandarkan di bahu tak mampu melemahkan terik mentari siang ini. Begitu juga kerudung lebarku, sepertinya benda ini tak dapat menahan panas yang menusuk-nusuk tubuh. Rasa capek setelah jalan berkilo-kilo serta menuruni bebukitan terjal, semakin memberatkan langkah kaki. Air mengalir di sungai kecil yang memutus jalan, mengundangku untuk merasakan kejernihannya. Ya, lumayan dapat mengusir kepenatan yang kurasakan.
Adegan seperti ini harus kujalani sebulan sekali, yaitu ketika uangku sudah habis dan harus membayar kost. Biasanya di kampung yang jaraknya lima belas kilo meter dari kota itu, Emak telah menyiapkan sejumlah uang untukku dari hasil kebun dan ternak. Alhamdulillah, sampai sekarang aku masih dapat bertahan menjadi mahasiswa semester tujuh di Fakultas Sastra.
“Horeee… Mbak Ajeng pulaaang,” sorak anak-anak yang sedang mandi di sungai sebelah barat kampung. Mereka berlarian mendekatiku. Di kampungku, untuk ukuran anak-anak seusia mereka, mandi di sungai tanpa berpakaian adalah suatu hal yang biasa. Namanya juga anak kampung, apalagi usia mereka yang rata-rata baru enam tahun. Tau apa bocah-bocah kecil ini tentang persoalan tujuh belas tahun ke atas? Jadi apa yang mereka lakukan adalah hal yang biasa saja.
Wajah polos mereka lucu-lucu. Tawa anak-anak ini mengembalikan ingatanku semasa kecil. Dan sungai itu, sungai yang memandikanku setiap pagi sebelum berangkat sekolah. Lagi-lagi cerita khas orang kampung. Sungai itu sangat berarti bagi kami, dari mandi, nyuci pakaian, nyuci beras sebelum dimasak, buang air, bersuci, sampai memandikan hewan ternak. Multi fungsi, kan? Eh, satu lagi, untuk irigasi sawah sekitar sungai.
Aku tak dapat menahan senyum ketika ingat waktu itu pernah dikejar-kejar Mbah Karto. Kami berlima selesai mandi. Sawah Mbah Karto pagi itu sedang dibajak. Rudi dan Ratih melihat Mbah Karto menaruh sajen di muara sungai yang mengairi sawahnya. Namanya anak kecil, kami berlima sepakat untuk mengambil ingkung, setandan pisang, telur rebus dan uang receh yang ada di sajennya Mbah Karto. Eh, ternyata Mbah Karto menguntit aksi kami. Hasilnya kami dapat omelan dan lari berhamburan sampai Rizal belepotan kecebur di lumpur.
“Mbak, kok pulang? Mau nonton wayang, ya?” Tanya Dewi yang juga masih sepupuku. Tatapannya polos. Sedikit Lumpur yang menempel di pipinya, pasti itu berasal dari kerbau yang ia mandikan. Memandikan hewan ternak adalah hal yang biasa dilakukan anak-anak di kampung kami. Lagian, anak pelosok macam mereka, tahu apa sama permainan modern yang lagi tren untuk anak seusianya di kota. Makanya wayang yang diadakan setahun sekali itu sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak kampung.
“Lho, rumah Mbak Ajeng kan sini, masak ndak boleh pulang?” Jawabku sambil senyum. Sebenarnya sih aku juga suka wayang, terutama tentang ajarannya yang sarat dengan nilai moral. Selain itu, alasanku untuk menyukainya adalah musiknya yang tidak asing di telingaku. Dulu waktu aku kecil, bapak sering mendengarkan wayang dari radio semalaman, sampai-sampai kalau tanpa suara wayang aku tak bisa tidur.
Lain cerita dengan alasan orang-orang kampung nanggap wayang kali ini, tiap tahun bahkan. Orang-orang di kampungku masih kolot, mereka masih percaya dengan hal-hal yang bersifat tahayul. Tiap tahun masih ada tradisi Merti Desa. Nanggap wayang tentu saja tidak boleh dilupakan. Katanya kalau tidak dilakukan, orang sekampung bisa kena pagebluk. Yang membuatku heran, hari gini kok masih percaya sama gituan, bahkan belum ada yang berani mengikis kepercayaan itu.
Tiap diadakannya acara merti desa seperti ini, suasana kampung rasanya beda banget. Ketika masuk sebelah barat desa, sudah ditemui daun-daunan yang menghiasi gapura. Buah-buahan semacam setandan pisang, kelapa yang masih utuh, padi, jagung, batangan tebu serta lainnya, juga ada di sana. Selang beberapa rumah setelah gapura, kebetulan rumah Mbah Lurah di situ, adalah tempat nanggap wayang.
Meski acara masih besok pagi, namun orang-orang telah ramai berlalu-lalang di sekitar rumah Mbah Lurah. Beberapa orang terlihat sedang menggotong lesung. Jangan dibayangkan kalau lesung ini mau buat menumbuk padi. Benda itu besok akan dipukul beberapa kali ketika upacara ritual telah dimulai. Ketika terdengar suara lesung itu, maka orang sekampung dari yang tua, muda, besar, kecil, laki-laki, perempuan, semuanya akan keluar rumah untuk ikut beramai-ramai memburu tupai. Bagi para perangkat desa, ketika mandengar pukulan lesung maka mereka akan bergegas untuk memburu burubg gelatik. Jika buruannya telah diperoleh, maka lesung akan kembali dibunyikan. Maka orang-orang akan berbondong-bondong datang ke rumah mbah lurah untuk membawa sesaji.
Nduk, kok kadingaren masih jam dua sudah sampai rumah?”
“Iya, Mak. Tadi cuma ada satu mata kuliah. Bapak ke mana, Mak?”
“Ndak tahu, tadi juga tidur di kursi depan. Oh, iya. Mungkin bapakmu ke sawah nyari alang-alang dan daun dadap srep.”
“Siapa yang sakit perut, Mak?” Tanyaku. Dulu waktu kecil kalau perutku kembung biasanya dikasih daun dadap srep dicampur kapur sirih terus ditempel di pusar.
“Ndak ada, mau dibuat sajen wayang,” jawab emak sambil mengangkat bermacam-macam bentuk ketupat dari panci. Aku heran juga, sejak kapan bapak mulai percaya sajen?
“Lha ketupatnya itu juga buat sajen, Mak?”
“He eh, Mbah Lurah tadi pagi kemari, katanya bapakmu suruh buat lima macam ketupat, sego gureh, sego karak, sego golong, ingkung, gimbal, daun dadap srep, daun alang-alang dan daun opo-opo. Mbuhlah apalagi, Emak sampai lupa saking banyaknya.
“Bapak mau?”
“Ya mau, lha ini…”Entah apa kata Emak, aku sudah tak dengar lagi. Rasanya aku ingin cepat-cepat ketemu Bapak dan menginterogasinya.
“Wak, lihat Bapak tidak?” Tanyaku pada Wak Sani.
“Iya, Bapakmu di sawah dekat kuburan.” Setelah mendengar jawaban itu aku buru-buru lari ke sawah dekat kuburan.
“Paaak, Bapak lagi nyari apa?” Seruku.
“Eh, kamu to, Nduk. Sudah dari tadi pulangnya?”
“Baru saja, Pak. Buat apa Bapak nyari daun seperti ini?” Tanyaku sambil menenteng salah satu daun yang dipetik Bapak. Beliau tak menjawab pertanyaanku sebab beliau tahu jika aku tidak setuju dengan semua itu. Bapak pun sebenarnya tidak setuju dengan sajen tetek bengek seperti ini. Tapi kok sekarang pakai sajen segala, ketularan Mbah Lurah barangkali.
“Tadi pagi Mbah Lurah ke rumah. Beliau menyuruh Bapak menyiapkan semua ini,” jelas Bapak sambil duduk di atas daun yang tadi dikumpulkannya.
“Kok Bapak mau sih? Kata Bapak kalau kita percaya hal-hal semacam ini namanya syirik,” kataku sedikit menghakimi.
Nduk, bukannya Bapak berubah prinsip. Sekarang ini Bapak kan modin, bawahannya Mbah Lurah, tentu saja apa-apa harus nurut sama Mbah Lurah.”
“Terus Bapak ndak nurut sama perintah Allah, begitu?”
“Ya tidak to, Nduk. Allah itu yang pertama dan paling utama.” Bapak menyangkal tuduhanku sambil menghela nafas panjang. Sesaat kemudian bapak melanjutkan ceritanya,”tadi itu Mbah Lurah ke rumah. Beliau menyuruh Bapak menyiapakan dua puluh tujuh macam benda untuk sajen nanggap wayang. Sebetulnya tadi Bapak sudah berusaha nego, Bapak milih ngasih uang saja biar orang lain yang menyiapkan. Eh, malah Mbah Lurah marah-marah ndak karuan, katanya kalau bukan Mbah Modin yang membuat bisa dadi gawe, roh yang nunggu punden bisa ngamuk. Akhirnya Bapak iyakan saja permintaan Mbah Lurah. Bukannya Bapak takut kalau setan punden ngamuk, tapi Bapak tidak mau ada keributan Mbah Lurah ngamuk gara-gara Bapak. Kalau itu terjadi, orang sekampung bisa geger nanti,” kata bapak mengakhiri ceritanya dengan terkekeh.
“Berarti Bapak tidak ngasih sajen wayang tapi nyajeni Mbah Lurah?”
“Ya iya, he he… Memang hidup di masyarakat itu sulit, Nduk. Tidak semudah teori yang kamu dapat di kampus. Kita harus pintar benar bawa diri agar tetap dianggap ada oleh orang lain.
“Pak, lha itu daunnya kok diduduki, apa Bapak tidak takut kualat?” Tanyaku menggoda bapak.
Hasbunallah wa ni’mal wakil,” kata beliau sambil menarikku untuk berdiri.
Angin senja petang ini menerpa wajah-wajah yang ingin menjaga kedamaian di bumi-Nya.