Sopir truk tidak melakukan apa-apa. Dia bangun membayar untuk makan dan pergi.
Salah satu pengendara sepeda motor pergi ke kasir dan mengatakan “dia bukan laki-laki.”
“Tidak” kata kasir, “bukan sekedar sopir biasa, ia tadi keluar dan telah melindas dua belas sepeda motorkalian.”
“Konser musik senilai milyaran rupiah yang dijadwalkan berlangsung di Senayan minggu ini pun terancam batal. Pasalnya, Anang ngambek, tak mau manggung. Ia ogah tampil di panggung. Karena Anang tak mau tampil, Syahrini pun ikut terkena getahnya.
Padahal artis pendukung konser tersebut tidak main-main. Selain Anang, Ada penampilan band COKELAT dan GIGI. Panitia pun resah.
Saat ditemui para wartawan di belakang panggung, wajah Anang nampak kesal. Manyun. Panitia marah-marah. Anang dicap plin-plan dan belagu. Selidik punya selidik, tak tahunya Anang ngambek karena di spanduk yang tersebar di jalanan tertulis:
SAKSIKAN…!! GIGI ANANG COKELAT…”
“Kepala Sekolah di SD kaget waktu Jono ketahuan menyimpan VCD film porno.
Kepsek: “Jono!! Kau tau apa ini?”
Jono: (gugup) “Iya tau pak… itu…”
Kepsek: “Ini film dewasa. Untuk apa kamu bawa?”
Jono: “Jono mau ajak temen-temen yang malas belajar untuk nonton. Karena papa pernah bilang kemama begini ‘Ma, nonton film ini yuk. BIAR BISA NAMBAH SEMANGAT’.”
Jono: (gugup) “Iya tau pak… itu…”
Kepsek: “Ini film dewasa. Untuk apa kamu bawa?”
Jono: “Jono mau ajak temen-temen yang malas belajar untuk nonton. Karena papa pernah bilang kemama begini ‘Ma, nonton film ini yuk. BIAR BISA NAMBAH SEMANGAT’.”
Budi yang masih polos bertanya pada papanya, “Papa, kok di dada mama ada dua buah balon ya?”
Papanya yang tidak mau repot menjawab pertanyaan Budi seenaknya menjawab, “Iya nak, nanti kalau mama meninggal, balon itu bisa ditiup supaya dia mudah terbang ke surga.”
Dua hari kemudian, papanya Budi yang sedang kerja di kantor ditelpon oleh Budi.
“Papa…papa….” kata Budi sambil sesenggukan.
“Kenapa nak? Kok kamu nangis sedih gitu?”
“Mama mau meninggal…”
“HAH?! Kenapa??” (sambil bergegas bersiap pulang ke rumah ).
“Iya… tadi mama dipangku sama om Beni di rumah sebelah, trus om Beni niup balonnya Mama….. dan mama napasnya merintih sambil berdoa,”OH TUHAN…… AKU HAMPIR SAMPAI…!!!!!” ”
“…???”
“Kenapa nak? Kok kamu nangis sedih gitu?”
“Mama mau meninggal…”
“HAH?! Kenapa??” (sambil bergegas bersiap pulang ke rumah ).
“Iya… tadi mama dipangku sama om Beni di rumah sebelah, trus om Beni niup balonnya Mama….. dan mama napasnya merintih sambil berdoa,”OH TUHAN…… AKU HAMPIR SAMPAI…!!!!!” ”
“…???”
“Tidak hanya rakyat jelata yang mengenal budaya mudik. Pejabat, artis bahkan bintang hollywood juga mudik. Siapa saja?
Artis yang selalu mudik: Mudik Koesnadi
Menteri yang selalu mudik: Menko Pulkam
Penyanyi yang mudik lewat Pantura: Alas Groban
Ibu hamil yang mudiknya ke RS: Pecah ke Tuban
pet detective yang menyelidiki jalur mudik: Ace Pantura
Jalur mudiknya Maradona: Jogja-Sragentina
Pedangdut yang mudiknya ngebor: Inul Aidin
Rute mudik yang melelahakan: CikAmPEK dehh…”
Artis yang selalu mudik: Mudik Koesnadi
Menteri yang selalu mudik: Menko Pulkam
Penyanyi yang mudik lewat Pantura: Alas Groban
Ibu hamil yang mudiknya ke RS: Pecah ke Tuban
pet detective yang menyelidiki jalur mudik: Ace Pantura
Jalur mudiknya Maradona: Jogja-Sragentina
Pedangdut yang mudiknya ngebor: Inul Aidin
Rute mudik yang melelahakan: CikAmPEK dehh…”
No comments:
Post a Comment