Salah satu topik yang paling saya suka dari domain teologi adalah sejarah gereja. Saya terkadang sampe merogoh kocek untuk beli buku-buku yang berhubungan dengan sejarah gereja. Dari waktu hebohnya Da Vinci code, gospel of judas sampe jesus tomb. Pas kebetulan pas paskah dan karena di facebook ada "quiz" yang merelasikan pekerjaan CFO dengan Judas Iskariot, saya jadi tergoda untuk mencari tahu, siapa sih Yudas iskariot ini? salah satu tokoh paling misterius yang sampai hari ini belum jelas motifnya untuk menyerahkan Yesus bahkan arti kata iskariot pun masih menjadi teka-teki.
Tanya ke beberapa senior di sebuah milis, dapet satu referensi buku yang membahas ttg Yudas. Buku ini berjudul "Judas: The Definitve Collection of Gospels and Legends about the Infamous Apostle of Jesus" karangan Marvin Meyer. Buku ini membahas Yudas dari semua sisi, sisi alkitab, sisi kitab gnostic, sisi kitab appocrypa, sisi kitab coptic gospel, sisi kitab arabic gospel. Dari pembacaan buku ini, banyak sekali cerita lain ttg Yudas, dari si yudas hanya "figure" karangan/fiktif, dari si Yudas dianggap "titisan iblis", Yudas merupakan murid Yesus yang paling dekat sampai bahwa yang disalib adalah Yudas dan bukan Yesus. Semua sini ini memberikan sebuah cerita multi dimensi ttg Yudas dan bagaimana pandangan jemaat kristen mula-mula ttg Yudas.
Buku yang saya baca tidak sedang membicarakan Yudas dari sisi "iman" yang notabene, sama dengan "tradisi kristen" yang diakui saat ini. Buku ini membahas dari sisi historis dan memberikan semacam "kesimpulan" secara "historis" ttg siapa Yudas dan mengapa ia menyerahkan Yesus. Tulisan ini hanya mencoba meringkas dan membagikannya untuk yang tertarik ttp malas membaca bukunya :)
Di alkitab, salah satu tulisan/kitab yang paling tua dari seluruh kitab-kitab di perjanjian baru adalah kitab-kitab tulisan Paulus (atau surat Paulus). Jika kita membaca tulisan-tulisan Paulus, tidak satu ayat pun membicarakan ttg Yudas. Bahkan dalam surat 1 Kor 15:3-5, Paulus masih menyebutkan ke-12 rasul dan dirinya, dimana tidak disebut apakah Yudas masih diantara ke-12 murid Yesus atau Yudas telah mati dan digantikan oleh Matias. Memang tulisan-tulisan Paulus pun ada beberapa yang di"ragu"kan keotentikannya, bahwa tulisan itu ditulis oleh Paulus sendiri atau tidak, tapi dari hampir semua tulisan Paulus, hampir jarang kita ketemukan cerita ttg pengkhianatan Yudas, bahkan di Roma 8:31-32 dan Galatia 2:19-20, Paulus tidak dengan jelas mengatakan siapakah yang menyerahkan Yesus, apakah Allah yang menyerahkan Yesus atau Yesus menyerahkan dirinya sendiri. Disini pun, kata "menyerahkan" yang digunakan bukan merupakan kata konotasi negative, kata yg digunakan sama seperti "mengantar" atau "memberikan" tanpa ada konotasi negative seperti "dijual" atau "dipaksa". Dari seri tulisan inilah banyak biblical scholar menyimpulan bahwa Yudas adalah sebuah tokoh buatan/karangan atau mungkin tokoh yang dikambing-hitamkan. Salah satu argumen yang diberikan adalah penggunaan nama "Judas". Nama ini mempunyai arti langsung yaitu "Yehuda" yang merupakan dasar kata dari "Yahudi". Kisah penyaliban Yesus, bisa disamakan dengan cerita "Yusuf" yg dijual oleh saudara-saudaranya. Dari cerita Yusuf, kita dapat melihat bahwah ide untuk menjual Yusuf sebagai budak adalah saudaranya yang bernama Yehuda. Sebuah jalur cerita yang sama pun didapati dari cerita penyerahan Yesus. Tidak heran, bangsa yahudi pun sering dimusuhi oleh kelompok kristen bahkan sampai ke abad 20. Mungkin ini merupakan salah satu ketakutan bangsa yahudi saat Mel Gibson membuat film "Passion of Christ". Sehingga banyak bible scholar atau sejarawan yang menganggap tokoh Yudas sebagai tokoh rekaan/buatan untuk meluruskan teologi bahwa Yesus dikhianati oleh Yahudi walaupun mati dan berkorban untuk Yahudi. Salah satu kesimpulan lain dari seorang sejarawan adalah cerita pengkhianatan Yesus merupakan adopsi dari cerita Homer ttg sebuah epic cerita yunani dimana Odysseus pun di khianati oleh Melanthius.
Dari sisi kitab gnostic, sebuah counter argument dari cerita biblical yang bisa kita baca saat ini. Di kitab injil yudas (gospel of yudas) kita akan menemui "secret revelatiion" yang yudas terima. Dari sisi gospel of judas, Yudas digamnbarkan sebagai pahlawan dan seorang rasul yang paling berkorban untuk Yesus. Dari kitab gnostic lain, malah kita melihat penghujatan yang luar biasa ditujukan kepada Yudas. Beberapa ahli mencoba menganalisa cerita-cerita ini dan membuat sebuah argument ttg siapa sebenarnya Yudas dari cerita-cerita di dalam kitab-kitab gnostic. Salah satu argument yang menarik adalah menyimpulkan bahwa Yudas merupakan orang terpelajar yang sangat dekat dengan Yesus dan juga dengan kelompok pemimpin agama Yahudi. Saat Yesus menuju Yerusalem, Yudas berpikir bahwa ini adalah saat yang tepat untuk menyamakan pendapat atau ajaran antara ajaran Yesus dengan ajaran Yahudi. Tapi kemudian saat Yesus ada di bait suci, malah membuat keributan dengan mengusir para penjual dan penukar uang di bait suci. Kejadian ini membuat Yudas merasa perlu mempertemukan ke dua belah aliran dalam ruang pertemuan khusus yang kemudian diaturlah pertemuan tokoh yahudi dengan Yesus setelah Yesus berdoa di taman getsemani. tapi apa dikata, pertemuan itu malah menjadi keributan luar biasa dan saat pertemuan inilah Yesus mengaku dengan lantang bahwa Ia adalah Anak Allah, Tuhan sendiri, sehingga para petinggi Yahudi menjatuhkan talak "heresy" kepada Yesus. Sehingga plot yang dirancang Yudas untuk menyamakan/mengkawinkan dua ajaran ini malah mengakibatkan Yesus di salib.
Kitab-kitab gnostic lainnya memuat berbagai macam cerita ttg Yudas. Di gnostic gospel lainnya, terdapat cerita ttg Yudas sebagai titisan iblis, bahkan sejak kecil Yudas sudah dirasuki iblis. Di gnostic gospel coptic dan bahasa arab, diceritakan bahwah Yudaslah yang disalib dan bukan Yesus. Diceritakan pada saat Yudas menyerahkan Yesus di taman getsemani, terjadi peristiwa dimana mata para penjaga bait suci menjadi khilaf dan mengganggap Yudas adalah Yesus, sehingga akhirnya yang tersalib adala Yudas dan bukan Yesus.
Cerita dari berbagai kitab ini memberikan sebuah kemungkinan luas ttg siapa sebenarnya Yudas tentang siapa dan apa motivasinya menyerahkan Yesus, walaupun titik terang masih juga belum terlihat jelas. Sebuah tokoh yang penuh misteri. Beberapa versi yang ditemukan di kitab-kitab kuno ini mungkin bisa memberikan suatu view yang berbeda dari tradisi kristen, tapi hendaknya ini dilihat dari ruang lingkup sejarah, dan bukan dari ruang lingkup iman. Topik lain yang muncul dan rasanya perlu dipelajari lebih jauh adalah bagaimana pandangan kristen (atau mungkin bisa disebut denominasi kristen lain) ini kemudian memudar dan punah sehingga membentuk kekristenan seperti yang kita tahu saat ini. Sebuah explorasi sejarah yang sangat menarik untuk dipelajari dan ada satu buku yang cukup menarik, berjudul "Lost Christianities". Mungkin nanti saya baca dan buat ringkasannya.
Saya angkat tangan dengan blog nya yang ****, Artikel di atas sangat menarik, begitu juga fiksi-fiksi di halaman lainnya, dan profilnya bikin saya geleng kepala "nanti tanya Anggun aja"
ReplyDeletemakasih heru atas commentnya
ReplyDelete